POTENSI PERDAGANGAN DAN INVESTASI SERAT RAYON DI INDONESIA

  • Rahayu Ningsih kementerian Perdagangan
DOI: https://doi.org/10.30908/bilp.v6i1.141
Abstract Views: 376 | PDF Downloads: 576

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: Serat Rayon, Investasi, Tekstil dan Produk Tekstil, Rayon Fiber, Investment, Textile and Textile Product

Abstract

Indonesia masih menghadapi kelangkaan serat rayon sebagai bahan baku industri tekstil meskipun saat ini Indonesia merupakan salah satu produsen utama serat rayon. Kelangkaan serat rayon diperkirakan disebabkan oleh kecenderungan produsen domestik yang mengekspor sehingga pasokan serat rayon untuk pasar domestik menurun. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan perdagangan dan investasi serat rayon di Indonesia. Disimpulkan bahwa permasalahan kelangkaan serat rayon disebabkan oleh masih rendahnya kapasitas produksi industri serat rayon sehingga produksinya belum mampu memasok kebutuhan domestik. Untuk itu diperlukan kebijakan yang lebih kondusif terutama di sektor kehutanan sehingga dapat mendorong pengembangan investasi industri serat rayon di Indonesia.

 

Indonesia has been facing the shortage of rayon fiber eventhough Indonesia is one of main producers. The shortage of rayon fiber is due to the tendency of producers to export rather than supply the domestic markets; so the supply of rayon fiber is then decreased. This study aims to analyze the problems of rayon fiber related to trade and investment policy of rayon industry in Indonesia. It concludes that the scarcity of rayon was caused by the low of production capacity. So, it needs to develop the investment of rayon industry. Meanwhile, there is still a bottleneck problem of investment in rayon industry. Then, the condussive policy especially in forestry sector is necessary to support the development of investment of rayon industry in Indonesia.

Author Biography

Rahayu Ningsih, kementerian Perdagangan
Pusat Kebijakan Kerjasama Perdagangan Internasional

References

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). (2009). Jenis dan Karakteristik Serat Rayon . Jakarta: API.

Badan Pusat Statistik. (2010). Data Ekspor dan Impor.

Comtrade. (2010). Trade Statistics for International Business Development. Diunduh pada bulan Agustus 2010 dari http://www.trademap. org.

Datacon. (2010). Laporan Market Intelijen, Perkembangan Industri Pemintalan Indonesia Tahun 2009. Diunduh pada bulan September 2010 dari http://www.datacon.co.id/ Tekstil1-2009Pintal.html.

Direktorat Industri TPT, Kementerian Perindustrian. (2010). Data Kinerja Industri Serat Buatan Indonesia.

Indotextiles. (2010). Investment for Rayon Fiber, Diunduh pada bulan September 2010 dari http:// www.indotextiles.com/index. php?option=com _content&task=v iew&id=86&Itemid=72.

Kementerian Perindustrian. (2007). Road Map Industri Tekstil dan Produk Tekstil, Strategi Pengembangan 2004-2025.

Kementerian Perindustrian. (2009). Facts and Figures, Indonesia Textile Industry, Periode 20042008, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil.

Pratiwi, Lita Indah. (2012). Analisis Daya Saing Ekspor Industri Tekstil Dalam Menghadapi AFTA (Berorientasi Pada Asia Tenggara) Dengan Perhitungan Total Factor Productivity. Diunduh pada bulan Juni 2012 dari http://library.gunadarma.ac.id/ repository/view/28225/analisisdaya-saing-ekspor-industritekstil-dalam-menghadapi-aftaberorientasi-pada-asia-tenggaradengan-perhitungan-total-factorproductivity.html.

Pusat Data dan Informasi, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan, Kementerian Perdagangan. (2010). Data ekspor dan Impor produk tekstil.

Pusat Data dan Informasi BKPM. (2010). Realisasi Investasi PMA dan PMDN.

Puslitbang Iklim Usaha Perdagangan, Kementerian Perdagangan. (2010). Surat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) No.097/API/V/2010 tanggal 24 Mei 2010 perihal Pengadaan Bahan Baku Rayon.

Risinfo. (2010). Toba Pulp Lestari to expand capacity of dissolving pulp in Indonesia. Diunduh pada bulan September 2010 dari http://www. risiinfo.com/techchannels/pulping/ Toba-Pulp-Lestari-to-expandcapacity-of-dissolving-pulp-inIndonesia.html.

Sekretaris Negara. (2010). Undangundang No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Diunduh pada bulan Agustus 2010 dari http:// www.setneg.go.id

Sekretaris Negara. (2010). Peraturan Presiden No 36 tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Diunduh pada bulan Agustus 2010 dari http:// www.setneg.go.id.

Sulistiawati. (2010). Analisis Kinerja dan Daya Saing Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia Menuju ASEAN Economic Community Tahun 2015. Diunduh bulan Juni 2012 dari http://etd.ugm.ac.id/index. php?mod=penelitian.

Syahriah R. (2004). Tinjauan Kasus Terhadap PT. Toba Pulp Lestari D/H PT. Inti Indorayon Utama. Bagian Hukum Keperdataan Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara

Published
2012-07-31
How to Cite
Ningsih, R. (2012). POTENSI PERDAGANGAN DAN INVESTASI SERAT RAYON DI INDONESIA. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 6(1), 109-127. https://doi.org/10.30908/bilp.v6i1.141
Section
Articles