PENERAPAN STANDAR EKSPOR GURITA DAN IKAN TERI PERUSAHAAN PERIKANAN DI KENDARI1

  • Nurlia Listiani LIPI
DOI: https://doi.org/10.30908/bilp.v7i1.102
Abstract Views: 657 | PDF Downloads: 3525

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: Standar, Perikanan, Gurita, IkanTeri, PVS, Standardization, Fisheries, Octopus, Anchovy

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji penerapan standar yang dilakukan oleh para pelaku usaha perikanan baik pemerintah ataupun pengusaha khususnya gurita dan ikan teri di kota Kendari. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model Performance, Vision, dan Strategy (PVS) dan Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Data berasal dari observasi langsung dan wawancara mendalam menggunakan kuesioner yang disesuaikan dengan CODEX Alimentarius. Hasil studi menunjukkan bahwa, pertama secara teknis perusahaan wajib menerapkan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) untuk menjamin keamanan produk dan memenuhi standar lain yang diminta oleh importir. Kedua, koordinasi antara pemerintah pusat, daerah dan swasta terjalin cukup baik. Ketiga, pihak perusahaan pengolahan ikan relatif sudah cukup dapat memenuhi standar yang diminta oleh pasar tujuan ekspor, meskipun dari sisi kemudahan untuk melakukan ekspor langsung dari Kendari masih terbatas. Keempat, dari sisi SDM di beberapa sampel perusahaan pengolahan ikan di Kendari sudah cukup baik karena adanya pelatihan terkait dengan standar yang dimiliki perusahaan, tapi dari sisi SDM laboratorium penguji milik Pemda masih relatif kurang.

 

This paper analyzes the implementation of fisheries standards for octopus and anchovy in Kendari, Southeast Sulawesi by the government and the private sector. It uses qualitative and quantitative analysis based on Performance, Vision, and Strategy (PVS) and Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) analyses. The study uses data from observations and in-depth interviews using questionnaires based on CODEX Alimentarius to evaluate applied standards and their implementation. This study finds that companies are capable of implementing Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) to ensure the safety of the product as well as other standards required by importers. Fisheries companies in Kendari generally have capable human resources for implementing standards because they have employee training and development programs. On the other hand, despite good coordination among the central and regional governments and the private sector, the only regional laboratory with the competence to test food has problems. Nevertheless, fisheries companies’ are generally able to meet the standards required by the export market.

Author Biography

Nurlia Listiani, LIPI
Pusat Penelitian Ekonomi, LIPI

References

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1994). Persyaratan Bahan Baku Ikan Teri Nasi Setengah Kering (SNI 01-3466- 1994). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1994). Proses Produksi Ikan Teri Nasi Setengah Kering (SNI 01-3471-1994). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1994). Syarat Mutu Ikan Teri Nasi Setengah Kering (SNI 01-3461-1994). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2002). Penanganan dan Pengolahan Gurita (Octopus sp) utuh beku (SNI 01-6941-2002). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

BPS. (2010). Data Tahunan Statistik Perikanan Tangkap Sulawesi Tenggara 2009. Kendari: Badan Standardisasi Nasional.

CODEX Alimentarius. (2003). Code of Practice for Fish and Fishery Products. CAC/RCP 52-2003. Diunduh tanggal 15 September 2011 dari www. codexalimentarius.net

FAO. (2011). Globefish: Highlights a quarterly update on world seafood markets. Roma: UN Fisheries and Aquaculture Policy and Economics Divisions.

IICA. (2007). Performance, Vision and Strategy (PVS) for National Food Safety Services. San Jose, Costa Rica.

KKP. (2011). Statistik Ekspor Hasil Perikanan. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Pemasaran Luar Negeri.

KKP. (2011). Statistik Perikanan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. Kendari: Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Kotler, P. (1997). Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan dan Kontrol Jilid 1. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Lambaga, A. (2009). Akselerasi Ekspor Produk Perikanan Indonesia Melalui Penerapan Standar. Prosiding PPI Standardisasi Makassar, 3 Juni 2009.

Ledezma, E. dan A. M. Cordero Peña. (2008). Performance, Vision And Strategy (PVS): For Sanitary and Phytosanitary Measures: an Institutional Vision. Inter- American Institute for Cooperation on Agriculture (IICA).

Vietnam Association of seafood Exporters and Producers (VASEP). (2012). Japanese Octopus market in June 2012. Diunduh tanggal 27 Agustus 2012 dari http://www.eng.vasep.com.vn/Reportseafood- export/252_5964/Japaneseoctopus- market-in-June-2012.htm

WTO. (2011). An Overview of Tools Developed by International Organizations to Evaluate Sanitary and Phytosanitary (SPS) Capacity. Edisi 2.

Published
2013-07-31
How to Cite
Listiani, N. (2013). PENERAPAN STANDAR EKSPOR GURITA DAN IKAN TERI PERUSAHAAN PERIKANAN DI KENDARI1. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 7(1), 91-110. https://doi.org/10.30908/bilp.v7i1.102
Section
Articles