Dampak Penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) Gula di Tingkat Eceran Terhadap Harga Gula Petani dan Stabilitas Harga Gula

  • Yati nuryati Ministry of Trade
  • Bagus wicaksena Ministry of Trade
  • Dwi Wahyuniarti Prabowo Ministry of Trade
DOI: https://doi.org/10.30908/bilp.v13i1.354
Abstract Views: 69 | PDF Downloads: 48

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: Kebijakan HAP, Error Correction Model, Stabilisasi Harga Gula, Sugar Price Policy, Sugar Price Stabilization

Abstract

Abstrak

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok melalui berbagai kebijakan penetapan harga. Salah satunya adalah kebijakan penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) pada komoditas gula. Dalam implementasinya, penerapan HAP Gula di tingkat eceran dinilai berdampak pada penurunan harga gula di tingkat petani/produsen. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan HAP Gula terhadap harga lelang gula petani dan stabilitas harga gula, dan merumuskan rekomendasi kebijakan HAP Gula yang efektif. Dengan menggunakan pendekatan analisis ekonometrik melalui Error Correction Model (ECM), hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan HET berpengaruh terhadap harga lelang gula petani dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, harga lelang gula petani lebih ditentukan oleh harga gula impor, stok gula nasional, dan harga lelang gula pada periode sebelumnya. Kebijakan yang berpengaruh signifikan terhadap harga lelang gula yaitu penerapan PPN Gula. Kajian ini merekomendasikan bahwa penetapan kebijakan HAP pada komoditi gula dapat terus dilakukan dalam rangka stabilisasi harga dengan melakukan evaluasi secara berkala. Pemerintah dapat mempertahankan HAP gula sebesar Rp 12.500/kg yang didukung oleh beberapa hal yaitu: menangguhkan penerapan PPN gula petani; mengawasi keberadaan satgas pangan; menerapkan pengawasan pasar gula yang memberikan kepastian pada petani, pabrik gula, dan konsumen.

Kata Kunci:  Kebijakan HAP, Error Correction Model (ECM), Stabilisasi Harga Gula

 

Abstract

The Government strives to keep price stability of staple food through price policy, the so-called “Harga Acuan Pembelian (HAP) for sugar. During its implementation, the policy has given negative impact on farm gate price. This study aims to analyze the effect of HAP for sugar to farm gate price which is reflected in auction price as well as its impact to price stabilization, and formulate effective policy recommendations on HAP for sugar. Using Error Correction Model (ECM), the study shown that HAP for sugar significantly impacted the auction price yet in the short term. While for the long term, the auction price of sugar was more affected by import sugar price, national sugar stock, and sugar auction price in previous period. Moreover, the implementation of value added tax (VAT) on sugar affected significantly to the auction price. The study recommended the HAP for sugar can be consistently implemented with periodic evaluation. Accordingly, the Government can maintain the prevailing HAP at Rp 12.500/kg which has to be supported by forgoing the VAT policy on sugar; monitoring the role of task force; and strongly supervising the domestic sugar market that is favourable to farmers, sugar millers, and consumers.

Keywords: Price Policy, Error Correction Model (ECM), Sugar Price Stabilization

JEL Classification: E31, Q13,Q18

References

Angelo, A. and Zapata, H. (2000). Further Empirical Evidence of Wheat and Barley Market Integration in the EU. Department ofAgricultural Economics. Lousiana State University

Akanni.K.A. (2013). Agricultural Price Policy, Cunsumer Demand and Implications for Household Fodd Security in Nigeria. International Journal of Food and Agricultural Economics, Vol 2 (1), 121 – 132.

BPS. (2017). Laporan Data Sosial Ekonomi. Terbit bulanan. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

BPS. (2016). Laporan Data Sosial Ekonomi. Terbit bulanan. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Cahyaningsih, E. (2015). Analisis Integrasi Pasar Gula Dalam Mendukung Stabilitas Harga Gula. Jurnal Pangan, Vol 24 (2).pp: 83-96.

Chicago Board of Trade (CBOT). (2017). White sugar-raw Sugar prices. Barchart Technical-chart. https://www.barchart.com/futures/quotes/technical-chart.

Dewan Gula Indonesia (DGI). (2017). Perkembangan Harga Lelang Gula. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Engle, R and Granger, C. (1987). “Co-integration and Error Correction Representation, Testing and Telling” Econometrica 55(2), pp: 251-276.

Ernawati, L dan Erna, S. (2013). Analisis Faktor Produktivitas Gula Nasional dan Pengaruhnya Terhadap Harga Gula Domestik dan Permintaan Gula Impor dengan Menggunakan Sistem Dinamik. Jurnal Teknis Pomits, Vol 1 (1).pp: 1-7.

Galtier, F. (2013). Managing Food Price Instability. Critical Assesment of The Dominant Doctrine. Global Food Security 2.pp.72-81.

Hairani RI, JMM Aji, dan J.Januar. (2014). Analisis Trend Produksi dan Impor Gula serta Faktor-faktor yang mempengaruhi impor gula Indonesia. Jurnal Berkala Ilmiah Pertanian Vo 1 (4).pp: 77-85.

Haryana, A. & Wicaksena, B. (2016). Gula Rafinasi vs Gula Rakyat di Pasar Konsumen. Media Pusdiklat, Vol 5 (3).pp: 33-38.

Kornher, L & Kalkuhl, M. (2013). Food Price Volatility in developing Countries and Its Determinants. Quarterly Journal of International Agriculture. Vol 52(4): 277-308. Diunduh tanggal 10 Juli 2018 dari http: http://ageconsearch.umn.edu/bitstream/156132/2/B4-Kornher-Food_c.pdf.

KPPU. (2010). Posisition Paper: Komisi Pengawas Persaingan Usaha Terhadap Kebijakan Dalam Industri Gula. Posisition Paper. Jakarta.

McKay, A. (1998). Aggregate Export and Food Crop Supply Response in Tanzania. DFID-TERP: Credit Discussion Paper 4 (CDPO4). University of Nottingham.

Nugraheni, W.S.R. (2014). Volatilitas Harga Pangan Utama Indonesia dan Faktor yang Mempengaruhinya. Thesis Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Pesaran, H. M. and Pesaran, B. (1997) Microfit 4.0 (Oxford University Press).

Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri (Puska Dagri). (2015). Analisis Lelang Gula PTPN/Petani Dalam Rangka Stabilisasi Harga. Laporan Akhir Kajian. Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan. Kementerian Perdagangan. Jakarta.

Rahayuningrum, N. dan Lubis, A. (2006). Kajian Kebijakan Gula: Faktor-faktor yang mempengaruhi harga eceran gula. Badan Penelitian dan Pengembangan Perdagangan. Jakarta

Rahman, Z. (2015). Problematika Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penimbunan Pangan. Jurnal Rechts Vinding. Jakarta.

Sa’diyah, C, AW. Muhaimin, dan Suhartini. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekonomi gula nasional di Indonesia. Jurnal Habitat. Vol. 25 (2).pp: 70-77.

Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). (2017).Harga Pangan Pokok. Ews.kemendag.go.id. Kementerian Perdagangan. Jakarta

Susila, W.R dan Bonar M. Sinaga. (2005). Analisis Kebijakan Industri Gula Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi. Volume 23 No 1. Pp: 30-53.

Susila, W.R dan E. Munadi. (2008). Analisis Keterkaitan Harga Gula Eceran, Sistem Distribusi dan Laju Inflasi. Informatika Pertanian, Vol 17 (1), pp:1085-1103. Jakarta.

Wicaksena, B. (2017). Analisis Rentang Harga Gula Kristal Rafinasi Pada Pasar Lelang Komoditas Dengan Pendekatan Paritas. Jurnal Borneo Administrator Vol 13( 2), pp. 169-183.

Yunitasari, D; D.B Hakim; B. Juanda; dan R.Nurmalina. (2015). Menuju Swasembada Gula Nasional: Model Kebijakan untuk meningkatkan produksi gula dan pendapatan petani tebu di Jawa Timur. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik. Vol 6 (1).pp: 1-15.

Published
2019-07-31
How to Cite
nuryati, Y., wicaksena, B., & Prabowo, D. W. (2019). Dampak Penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) Gula di Tingkat Eceran Terhadap Harga Gula Petani dan Stabilitas Harga Gula. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 13(1), 137-162. https://doi.org/10.30908/bilp.v13i1.354
Section
Articles