Pedoman Penulis

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL

TRADE POLICY JOURNAL

 

  1. Naskah merupakan hasil analisis, tidak sedang dikirimkan/telah diterbitkan pada jurnal/terbitan lain.
  2. Naskah berisi tentang topik kebijakan dan isu perdagangan maupun yang terkait.
  3. Naskah ditulis dengan kaidah tata Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris yang baku dan benar.
  4. Penulis membuat surat pernyataan bahwa naskah yang dikirim adalah asli dan memenuhi persyaratan klirens etik dan etika publikasi ilmiah (bebas dari plagiarisme, fabrikasi, dan falsifikasi) berdasarkan Peraturan Kepala LIPI No. 8 Tahun 2013 dan No.5 Tahun 2014. Template Form Pernyataan bisa diunduh dari link bit.ly/TemplateTPJ.
  5. Apabila naskah ditulis dari hasil analisis kelompok dan akan diterbitkan sendiri, diharuskan menyertakan surat pernyataan persetujuan tertulis dari anggota kelompok yang lain.
  6. Sistematika Penulisan terdiri dari Isu Kebijakan, Opsi Kebijakan, Analisis/Penilaian Opsi Kebijakan, dan Rekomendasi Kebijakan. Untuk lebih jelasnya bisa lihat link bit.ly/TemplateTPJ.
  7. Teknik Penulisan:
    1. Naskah diketik pada kertas ukuran A4, 1,5 spasi, dan jenis huruf Arial 11 dengan margin atas 1,5 cm, margin kiri, kanan dan bawah 1 cm serta jumlah halaman 10-15 halaman.
    2. Judul ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, maksimal 15 kata, dan menggambarkan isi naskah secara keseluruhan.
    3. Judul ditulis dengan huruf kapital, bold, rata kiri.
    4. Nama penulis tanpa gelar akademik diletakkan di bawah judul. Nama instansi, alamat instansi, dan email penulis diletakkan dalam satu baris dan di sebelah kiri.
    5. Abstrak ditulis dalam satu paragraf menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Abstrak diketik dengan 1 spasi, jenis huruf Arial 11, jumlah kata 150-200 kata. Abstrak Bahasa Inggris diketik dengan menggunakan format italic.
    6. Keywords consists of 3-5 words and are placed below the abstract of Bahasa Indonesia and English.
    7. Kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris terletak di bawah abstrak sebanyak 3-5 kata kunci.
    8. Tabel dan gambar diletakkan segera setelah disebutkan di dalam naskah pada posisi paling atas atau paling bawah dari setiap halaman dan tidak diapit oleh kalimat.
    9. Penulisan tabel:
      • Judul tabel menggunakan huruf Arial 11, bold, diletakkan di atas tabel dan ratakiri.
      • Judul tabel diberi penomoran angka Arab (1, 2, 3,...).
      • Sumber tabel diketik sejajar dengan teks dibawah tabel.
      • Isi tabel diketik dengan jarak satu spasi
      • Garis tabel hanya pada bagian atas (header) dan garis bagian bawah (footer) tabel,garis vertikal pemisah kolom tidak dimunculkan, dan dapat diedit.
    10. Penulisan gambar:
      • Judul gambar ditulis dengan huruf Arial 11, bold, diletakkan dibawah gambar dan rata kiri.
      • Judul gambar diberi penomoran angka Arab (1, 2, 3,...).
      • Keterangan gambar diletakkan di bawah judul gambar.
      • Penulisan keterangan gambar menggunakan huruf Arial 10, dan diletakkandibawah sumber.
      • Ukuran resolusi gambar paling sedikit 300 dpi, dan dapat diedit.
    11. Cara penulisan rumus untuk persamaan–persamaan yang digunakan disusun pada baris terpisah dan diberi nomor secara berurutan dalam parentheses (justify), sejajar dengan baris tersebut, dan rata kanan.Contoh:
      • ……………………………………………………………………………(1)
      • ………………………………………………………(2)
    12. Keterangan rumus ditulis dalam satu paragraf tanpa menggunakan simbol sama dengan (=), masing-masing keterangan notasi rumus ditulis di bawahnya..
      Contoh:
      • x : nilai ekspor
      • a : nilai impor dsb.
    13. Sumber acuan di dalam teks (body text) ditulis dengan mencantumkan nama akhir penulis dan tahun, sedangkan untuk karya terjemahan dilakukan dengan cara menyebutkan nama pengarang aslinya.
      Contoh:
      • Bossche (2012) dalam papernya....
      • Fasilitas-fasilitas suatu pelabuhan .(Suyono, 2005)
    14. Tidak diperbolehkan menggunakan catatan kaki dan lampiran.
  1. Daftar Pustaka, disusun menurut abjad berdasarkan APA style. Sumber acuan minimal 10 yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Tata Cara Penulisan Pustaka Acuan dapat dilihat pada http://www.apastyle.org.
    1. Rujukan dari buku::

      Contoh:

      Firdausy, C. M. (2005). Menapak Globalisasi Ekonomi.Jakarta: Yayasan Obor.

      Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya..

      Contoh:

      Diphayana, Wahono. (2018a)..Perdagangan Internasional.. Yogyakarta: Deepublish. 

      Diphayana, Wahono. (2018b). Ekonomi Manajerial.. Yogyakarta: Restu Agung.

    2. Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editor). Ditambah dengan edjika satu editor, eds jika editornya lebih dari satu..

      Contoh:

      Masyhuri. (2006). Landasan Filosofis Ekonomi Islam. Dalam Masyhuri (Ed.). Teori Ekonomi Dalam Islam. Yogyakarta: Yayasan Lentera. 

    3. Rujukan dari buku yang ditulis lebih dari satu penulis, dapat ditulis dengan menambahkan nama penulis pertama dengan dkk (dan kawan-kawan) atau et.al (dan lainnya). Penulisan dalam Pustaka Acuan harus ditulis lengkap nama penulis lainnya..

      Contoh:

      Whitten, et.al ditulis lengkapnya Whitten, J.L.,Bentley, L.D., S.K., Steven, Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.

    4. Rujukan dari artikel dalam jurnal

      Contoh:

      Asra, A. (2012). Trade Pattern and Welfare Impacts. Journal of ABC, Vol. 2 (1), pp. 35 – 29.

      Muhri, K., T. Widayanti, dan A. Adang. (2012). Indonesia Competitiveness Among ASEAN Countries. Journal of XYZ, Vol. 3 (5), pp.200-225.

    5. Rujukan dari artikel dalam majalah atau koran

      Contoh:

      Sabdul, K. (2012). Harga Daging Sapi Menanjak Terus Menjelang Bulan Puasa. Bisnis Indonesia, 5 Juni.

    6. Rujukan dari Koran tanpa penulis

      Contoh:

      Kompas. (2012, 4 Juni). Harga Gula Makin Meroket.

    7. Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpapengarang dan tanpa lembaga

      Contoh:

      Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. 2014. Jakarta.

    8. Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga tersebut

      Contoh:

      Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2011). Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah. Jakarta: LIPI Press.

    9. Rujukan berupa skripsi, tesis, atau disertasi

      Contoh:

      Ismail, A. (2007). Perancangan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja Jurusan Teknik Industri. Skripsi. Padang: Program Sarjana Universitas Andalas.

    10. Rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar, penataran, atau lokakarya

      Contoh:

      Krisnamurthi, B. (2014). Opportunities and Challenges: Regional & Global of CPO within the Context of Aviation Biofuel Implementation and ISPO Standard. Makalah: Disajikan pada Workshop Indonesia Initiatives on Energy Farming & Sustainable Abiation Biofuel and the ISPO/RSPO Standard pada tanggal 26 Agustus 2014 di Kementerian Perhubungan Jakarta.

    11. Rujukan dari internet

      Contoh:

      Online. (2012). Sumber dari Internet Tentang Perdagangan. Diunduh tanggal 23 April 2012 dari http://online.com/home/data/trade.php

    12. Rujukan dari koran/majalah online

      Contoh:

      Kompas. (2011, Januari 24). Hadapi Perdagangan Internasional dengan SNI. Diunduh tanggal 30 November 2012 dari http://www.kompas.com.

  1. Semua naskah yang masuk harus mengikuti format template naskah yang telah tersedia dalam pedoman penulisan artikel. Template naskah bisa diunduh dalam link bit.ly/TemplateTPJ