Menilik Sebab Rendahnya Tingkat Penyelesaian Sengketa Melalui Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi
Main Article Content
Abstract
The Commodity Futures Trading Arbitration Board (BAKTI) serves as one of the dispute resolution mechanisms in the field of Futures Trading (PBK), as stipulated under Article 20 paragraph (2) of Bappebti Regulation Number 4 of 2020. In practice, however, BAKTI has not become the primary choice for disputing parties. The majority of futures trading disputes are instead resolved through general courts, despite the fact that litigation is often time-consuming, costly, and conducted in an open forum. Data reveals that from 2009 to 2025, only 60 disputes were resolved through BAKTI. This reality warrants further scholarly inquiry. The findings of this study reveal that the low utilization of BAKTI as a dispute resolution forum in the field of Commodity Futures Trading is influenced by several key factors: the form of arbitration clauses in the Client Agreement, which take the form of a pactum de com promittendo and are optional in nature; the preference of business actors for general courts, which are perceived to offer greater opportunity to avoid liability for damages; and the tendency of legal counsel to recommend court-based dispute resolution for financial reasons and procedural familiarity. This study recommends measures to increase the utilization of BAKTI as a dispute resolution forum, including the reformulation of arbitration clauses, enhanced socialization and education regarding BAKTI, as well as fee reform and the provision of incentives for parties, all of which are expected to contribute to greater utilization of BAKTI as an alternative dispute resolution mechanism that is swift, efficient, and confidential.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aolia, A. M., Akbar, G., Hakam, E., & Kholid, M. (2026). Penyelesaian Sengketa Melalui Lembaga Arbitrase Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999.
Armono, Y. W. (2023). Perjanjian Advokasi Antara Advokat dengan Klien dan Penentuan Besaran Honorarium. Justicia Journal, 12(1), 76–93. https://doi.org/10.32492/jj.v12i1.12106.
Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi. (2024). Rekap Perkara Arbitrase BAKTI 2009-2024.
Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi. (2025). Mekanisme Penyelesaian Sengketa Nasabah Melalui Arbitrase.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. (2019). Apakah BAKTI itu? www.bappebti.go.id.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. (2023). Laporan Kinerja 2023.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. (2025). Rekap Pengaduan 2025.
Baharuddin, M. Y. A. (2024). Peran Hukum Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Nasional. Jurnal Risalah Kenotariatan, 5(2), 310–320. https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v5i2.209.
Bonaraja Purba, Hasyim Hasyim, Ine Febrianti Siregar, Rifka Fauziah Batubara, Ruth Septaria Hutapea, & Sinta Rahmawati. (2023). Asas Kepastian Hukum Dalam Perpajakan Di Indonesia. Jurnal Riset Manajemen, 1(2), 14–20. https://doi.org/10.54066/jurma.v1i2.258.
Gety, S. (2024). Kehadiran Pihak dalam Proses Mediasi pada Perkara Perdata. Syntax Idea, 6(1), 334–353. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i1.2873.
Gunawan. (2024). EduLaw : Journal of Islamic Law and Yurisprudance Peran Arbitrase dalam Penyelesaian Sengketa (Vol. 6).
Hasana, N., Mustopa, M., & Faizal, E. A. (2023). Akibat Hukum Perjanjian Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah (Kajian Terhadap Klausula Pilihan Forum Penyelesaian Sengketa Di Pengadilan Negeri). Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah, 10(2), 55–65. https://doi.org/10.15575/am.v10i2.29594.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Kusumadewi, Y., & Grace Sharon, M. (2022). Hukum Perlindungan Konsumen. Lembaga Fatimah Azzahrah.
Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram University Press.
Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelesaian Perselisihan Nasabah Di Bidang PBK (Perba 4 Tahun 2020).
Putro, R. N. P. (2023). Penegakan Hukum Penyalahgunaan Dana Margin Nasabah yang Diterima Secara Elektronik di Bidang Perdagangan Berjangka Komoditi. Lex LATA, 5(3). https://doi.org/10.28946/lexl.v5i3.2526.
Sinaga, N. A. (2018). Implementasi Asas Kebebasan Berkontrak Pada Perjanjian Baku Dalam Mewujudkan Keadilan Para Pihak. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 9(1).
SOP Pendaftaran Permohonan Arbitrase dan Sidang Pemeriksaan Sengketa CDD Sederhana.
SOP Pendaftaran Permohonan Arbitrase dan Sidang Pemeriksaan Sengketa Reguler.
Surat Keputusan BAKTI Nomor KEP-05/BAKTI/10.2020 Tanggal 12 Oktober 2020 Tentang Ketentuan Biaya Pendaftaran Dan Biaya Sidang Arbitrase.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
Wiraguna, S. A., & Lengkong, I. (2026). Eksistensi dan Masa Depan Lembaga Arbitrase sebagai Alternative Dispute Resolution dalam Penyelesaian Sengketa Perdata di Indonesia. 4, 2026. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.