ANALISIS HARGA ECERAN GULA KRISTAL PUTIH INDONESIA

DOI: https://doi.org/10.30908/bilp.v14i1.433
Abstract Views: 127 | PDF Downloads: 127

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: Harga Gula, Model Ekonometrika, Harga Acuan Penjualan (HAP), Sugar Price, Econometric Model, Reference Sales Price

Abstract

Abstrak

Salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan gula kristal putih dengan harga terjangkau di tingkat konsumen adalah dengan menetapkan harga acuan penjualan (HAP). Meskipun demikian, harga gula kristal putih di tingkat konsumen terus meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang memengaruhi pembentukan harga eceran gula kristal putih secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan model ekonometrika (dibangun berdasarkan data time series bulanan dari tahun 2012 hingga tahun 2017, terdiri dari 13 persamaan dan diestimasi menggunakan metode 2 SLS) dan simulasi kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan pada harga eceran gula kristal putih adalah konsumsi gula kristal putih, impor gula kebutuhan industri, harga gula dunia, harga beras di tingkat konsumen dan harga eceran gula kristal putih periode sebelumnya. Harga beras di tingkat konsumen merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pembentukan harga gula kristal putih. Skenario kebijakan yang dapat menurunkan harga eceran gula kristal putih adalah penerapan HAP gula kristal putih yang terintegrasi dengan kenaikan  impor gula kristal putih.

 

Abstract

One of the government's efforts to provide plantation white sugar at low prices at the consumer level is to set a reference sales price (HAP). Nevertheless, plantation white sugar consumer prices continue to increase. The purpose of this study was to analyze the factors that influence plantation white sugar consumer prices. This study uses an econometrics model (build from monthly time series data from 2012 until 2017, consist of 13 equations and estimated using the 2SLS method) and policy simulation. The results, an decrease in HAP, has no impact on plantation white sugar consumer prices. An increase in plantation white sugar imports can reduce the plantation white sugar consumer prices. The results show that the factors that significantly influence the retail price of plantation white sugar are consumption of plantation white sugar, import of industrial sugar, world sugar prices, rice prices at the consumer level, and retail prices of plantation white sugar in the previous periods. The price of rice at the consumer level is the most influential variable. The policy scenario that can reduce the retail price of white crystal sugar is the application of white crystal sugar HAP that is integrated with the increase in white crystal sugar imports.

JEL Classification: Q02, Q11, Q18

Author Biographies

Aditya Arief Rachmadhan, Institut Pertanian Bogor

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Nunung Kusnadi, Institute Pertanian Bogor

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Andriyono Kilat Adhi, Institut Pertanian Bogor

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

References

Badan Pusat Statistik (BPS). (2013). Statistik Harga Konsumen Perdesaan Kelompok Makanan 2013. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2013/04/24/644206aa74be47e04fa1795f/statistik-harga-konsumen-perdesaan-kelompok-makanan-2013

Badan Pusat Statistik (BPS). (2014a). Statistik Harga Konsumen Perdesaan Kelompok Makanan (Data 2013). Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2014/04/30/8f9ffdcfe67e7182adadd3a7/statistik-harga-konsumen-perdesaan-kelompok-makanan-data-2013-

Badan Pusat Statistik (BPS). (2014b). Statistik Tebu Indonesia 2013. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2014/07/25/0bc7453a643e1378bb00b594/statistik-tebu-indonesia-2013

Badan Pusat Statistik (BPS). (2015a). Statistik Harga Konsumen Perdesaan Kelompok Makanan 2014. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2015/04/30/7f8c6d75625766ca9c4facd7/statistik-harga-konsumen-perdesaan-kelompok-makanan2014

Badan Pusat Statistik (BPS). (2015b). Statistik Tebu Indonesia 2014. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2015/07/30/6b48be9594d58e0fbc62275f/statistik-tebu-indonesia-2014

Badan Pusat Statistik (BPS). (2016a). Statistik Harga Konsumen Perdesaan Kelompok Makanan 2015. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2016/04/29/9e2cbef6c6f42442967fd2d1/statistik-harga-konsumen-perdesaan-kelompok-makanan-2015

Badan Pusat Statistik (BPS). (2016b). Statistik Tebu Indonesia 2015. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2016/09/01/3c6a33a29d68f1f5d82f32a9/statistik-tebu-indonesia-2015

Badan Pusat Statistik (BPS). (2017a). Statistik Harga Konsumen Perdesaan Kelompok Makanan 2016. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2017/05/05/66188156a600d85390e3e524/statistik-harga-konsumen-perdesaan-kelompok-makanan-2016

Badan Pusat Statistik (BPS). (2017b). Statistik Tebu Indonesia 2016. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2017/11/10/d1ade8b3b28b2f118c3968d7/statistik-tebu-indonesia-2016

Badan Pusat Statistik (BPS). (2018a). Statistik Harga Konsumen Perdesaan Kelompok Makanan 2017. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2018/05/07/a3e870a0198485cfb9d7fa12/statistik-harga-konsumen-perdesaan-kelompok-makanan-2017

Badan Pusat Statistik (BPS). (2018b). Statistik Tebu Indonesia 2017. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2018/11/13/5202a47197d21c1d9c0b3b2e/statistik-tebu-indonesia-2017

Erwidodo. (2015). Kebijakan impor, cadangan pangan, stabilisasi harga dan ketahanan pangan nasional berkemandirian. In E. Pasandaran, M. Rachmat, Hermanto, M. Ariani, Sumedi, K. Suradisastra, & Haryono (Eds.), Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan (pp. 172–191). IAARD Press.

Fajrin, A. El, Hartono, S., & Waluyati, L. R. (2015). Permintaan gula rafinasi pada industri makanan minuman dan farmasi di Indonesia. Agro Ekonomi, 26(2), 150–158. https://doi.org/doi.org/10.22146/agroekonomi.17267

Hermanto. (2015). Stabilisasi harga pangan pokok dalam rangka kemandirian pangan nasional. In E. Pasandaran, M. Rachmat, Hermanto, M. Ariani, Sumedi, K. Suradisastra, & Haryono (Eds.), Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan (pp. 136–146). IAARD Press.

International Trade Center (ITC). (2019a). List of Supplying Markets for a Product Imported by Indonesia, Product: 1701910000 Cane/Beet Sugar, Added Flavour/Color. https://www.trademap.org/tradestat/Country_SelCountry_MQ_TS.aspx?nvpm=1%7C360%7C%7C%7C%7C1701910000%7C%7C%7C8%7C1%7C1%7C1%7C2%7C3%7C2%7C2%7C1

International Trade Center (ITC). (2019b). List of Supplying Markets for a Product Imported by Indonesia, Product: 1701999000 Other Cane or Beet Sugar, & Chemically Pure Sucrose, in Sold Form. https://www.trademap.org/tradestat/Country_SelCountry_MQ_TS.aspx?nvpm=1%7C360%7C%7C%7C%7C1701999000%7C%7C%7C8%7C1%7C1%7C1%7C2%7C3%7C2%7C2%7C1

International Trade Center (ITC). (2019c). List of Supplying Markets for a Product Imported by Indonesia Product: 1701120000 Beet Sugar, Not Added Flavour/Color. https://www.trademap.org/tradestat/Country_SelCountry_MQ_TS.aspx?nvpm=1%7C360%7C%7C%7C%7C1701120000%7C%7C%7C8%7C1%7C1%7C1%7C2%7C3%7C2%7C2%7C1

International Trade Center (ITC). (2019d). List of Supplying Markets for a Product Imported by Indonesia Product: 1701130000 Cane Sugar, Raw, Not Added Flavour/Colour. https://www.trademap.org/tradestat/Country_SelCountry_MQ_TS.aspx?nvpm=1%7C360%7C%7C%7C%7C1701130000%7C%7C%7C8%7C1%7C1%7C1%7C2%7C3%7C2%7C2%7C1

International Trade Center (ITC). (2019e). List of Supplying Markets for a Product Imported by Indonesia Product: 1701140000 Other Cane Sugar, Raw, Not Added Flavour. https://www.trademap.org/tradestat/Country_SelCountry_MQ_TS.aspx?nvpm=1%7C360%7C%7C%7C%7C1701140000%7C%7C%7C8%7C1%7C1%7C1%7C2%7C3%7C2%7C2%7C1

International Trade Center (ITC). (2019f). List of Supplying Markets for a Product Imported by Indonesia Product: 1701991100 Refined Sugar, White. https://www.trademap.org/tradestat/Country_SelCountry_MQ_TS.aspx?nvpm=1%7C360%7C%7C%7C%7C1701991100%7C%7C%7C8%7C1%7C1%7C1%7C2%7C3%7C2%7C2%7C1

International Trade Center (ITC). (2019g). List of Supplying Markets for a Product Imported by Indonesia Product: 1701991900 Other Refined Sugar. https://www.trademap.org/tradestat/Country_SelCountry_MQ_TS.aspx?nvpm=1%7C360%7C%7C%7C%7C1701991900%7C%7C%7C8%7C1%7C1%7C1%7C2%7C3%7C2%7C2%7C1

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2019). Grafik Perkembangan BPP, HPP, dan Harga Lelang Tahun 2007-2018. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 334/MPP/Kep/5/2004 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 61/MPP/Kep/2/2004 Tentang Perdagangan Gula Antar Pulau. 2004. Jakarta.

Kurniasari, R. I., Darwanto, D. H., & Widodo, S. (2015). Permintaan Gula Kristal Mentah Indonesia. Ilmu Pertanian, 18(1), 24–30. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/ipas.6173

Lakollo, E. M. (2015). Kebijakan harga serta dampaknya terhadap ketahanan pangan. In E. Pasandaran, M. Rachmat, Hermanto, M. Ariani, Sumedi, K. SUradisastra, & Haryono (Eds.), Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan (pp. 192–202). IAARD Press.

Lestari, E. K., Fauzi, A., Hutagaol, M. P., & Hidayat, A. (2016). Analysis of sugarcane farming in the sugar mill District Semboro Jember , Indonesia : a data envelopment analysis application. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR), 25(2), 157–171. http://gssrr.org/index.php?journal=JournalOfBasicAndApplied&page=article&op=view&path%5B%5D=5165

Mankiw, G. (2019). Pengantar Ekonomi Mikro (7th ed.). Salemba Empat.

Nuryati, Y., Wicaksena, B., & Prabowo, D. W. (2019). Dampak Penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) Gula di Tingkat Eceran Terhadap Harga Gula Petani dan Stabilitas Harga Gula. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 13(1), 137–162. https://doi.org/https://doi.org/10.30908/bilp.v13i1.354

Pakpahan, F. P. M. (2017). Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) di Wilayah Kerja PG Madukismo, PT Madubaru, Yogyakarta dengan Aspek Khusus Korelasi Pemupukan dengan Produktivitas [Institut Pertanian Bogor]. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/89804

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. 2017. Jakarta.

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 63/M-DAG/PER/9/2016 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. 2016. Jakarta.

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 117/M-DAG/PER/12/2015 Tentang Impor Gula. 2015. Jakarta.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Penugasan Kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. 2016. Jakarta.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. 2015. Jakarta.

Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri. (2015). Laporan Akhir Analisis Lelang Gula PTPN/Petani dalam Rangka Stabilisasi Harga.

Rahardja, P., & Manurung, M. (2014). Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi) Edisi Ketiga (3rd ed.). Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Rahman, M. E., Sinaga, B. M., Harianto, N., & Susilowati, S. H. (2018). Kebijakan Dukungan Domestik untuk Menetralisir Dampak Negatif Penurunan Tarif Impor Terhadap Industri Gula Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 36(2), 91–112. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21082/jae.v36n2.2018.91-112

Respatiadi, H., & Nabila, H. (2018). Policy Options to Lower Rice Prices in Indonesia. Pilihan Kebijakan Untuk Menurunkan Harga Beras di Indonesia. Bulletin Ilmiah Litbang Perdagangan. https://doi.org/10.30908/bilp.v12i1.262

Rustiani, F. (2018). Strategi Kebijakan Subsidi Pupuk Terhadap Pendapatan Petani. Institut Pertanian Bogor.

Sa’diyah, C., Muhaimin, A. W., & Suhartini. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekonomi gula kristal di Indonesia. Habitat, XXV(2), 70–77. https://habitat.ub.ac.id/index.php/habitat/article/view/143

Saputri, N. K., & Respatiadi, H. (2018). Reformasi Kebijakan untuk Menurunkan Harga Gula di Indonesia (p. 36). Center for Indonesian Policy Studies. https://repository.cips-indonesia.org/media/270473-reformasi-kebijakan-untuk-menurunkan-har-8c9b5664.pdf

Sayaka, B., & Adhie, S. (2016). Stabilisasi Harga Pangan Nonberas di Malaysia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(1), 71–86. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21082/fae.v34n1.2016.71-86

Suryana, A. (2015). Cadangan pangan mendukung stabilitas harga dan penanganan darurat pangan. In E. Pasandaran, M. Rachmat, Hermanto, M. Ariani, Sumedi, K. Suradisastra, & Haryono (Eds.), Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan (pp. 147–171). IAARD Press.

Susila, W. R., & Sinaga, B. M. (2005). Analisis kebijakan industri gula Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 23(1), 30–53. https://doi.org/10.21082/jae.v23n1.2005.30-53

Susilo, D., & Yuniati, S. (2016). Kebijakan perdagangan gula Indonesia dan kesejahteraan petani tebu. In E. Wahyudi & N. Rahmawati (Eds.), Pemberdayaan dan Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Desa (pp. 89–101). Pena Salsabila. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/79333

Susilowati, S. H. (2018). Alternatif Penyempurnaan Kebijakan Subsidi Pupuk. In T. Sudaryanto, Syahyuti, E. Suryani, & E. Ariningsih (Eds.), Ragam Pemikiran Menjawab Isu Aktual Pertanian (1st ed., pp. 47–78). IAARD Press. http://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/layanan-publik/publikasi/buku-tematik/281-ragam-pemikiran-menjawab-isu-aktual-pertanian

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. 2012. Jakarta.

Yusuf, Y., Aulia, A. F., & Artadi, S. M. (2010). Permintaan Gula Pasir di Indonesia. Jurnal Ekonomi Universitas Indonesia, 18(03). https://ejournal.unri.ac.id/index.php/JE/article/view/768

Published
2020-07-15
How to Cite
Rachmadhan, A. A., Kusnadi, N., & Adhi, A. K. (2020). ANALISIS HARGA ECERAN GULA KRISTAL PUTIH INDONESIA. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 14(1), 1-20. https://doi.org/10.30908/bilp.v14i1.433
Section
Articles